Jual Beli Properti di Bandung

Jual Beli Properti di Bandung - Melakukan bisnis jual-beli rumah baru atau pun bekas (second) memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun pada kenyataannya, sekarang jamak dari masyarakat kita yang lebih condong untuk membeli rumah second.

Jual Beli Properti di Bandung
Jual Beli Properti di Bandung
Dengan pertimbangan harga yang lebih murah serta cocok lokasinya atau dinilai strategis, di pusat kota misalnya.

Jual Beli Properti di Bandung

Dalam prakteknya, melakukan jual beli properti seperti; rumah, tanah dan lain-lain) tentunya terdapat beberapa biaya yang harus dianggarkan. Selain mengeluarkan biaya pembeliannya, kita pun harus merogoh kembali kocek kita untuk biaya yang lainnya. Apa saja yang dimaksud dengan biaya lainnya apabila kita membeli rumah second? Ini dia ...

Jual Beli Properti di Bandung

Biaya lainnya apabila kita membeli rumah second:

[1]Pengecekan Sertifikat

Langkah paling pertama yang harus dilakukan - sebelum proses jual beli dilakukan, yaitu pengecekan sertifikat. Pengecekannya dilaksanakan di kantor pertanahan setempat.

Pengecekan ini diperlukan untuk memastikan sertifikat rumah atau tanah yang akan dibeli tidak memiliki catatan buruk, seperti; blokir, sita dan lain-lain. Lazimnya, setiap praktek pengecekan terdapat pos biaya pengecekan sertifikat. Besar kecilnya biaya tergantung kebijakan kantor pertanahan setempat.

[2] Biaya Akta Jual Beli

Umumnya Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) akan  menarik biaya sebesar 1 % dari nilai transaksi, namun harga ini fleksibel atau negotiable. Sehingga, Anda bisa dengan leluasa untuk menawar harga yang diajukan dan menemukan kata sepakat.

Untuk biaya akta jual beli ini biasanya dibayarkan secara proporsional antara pihak penjual dan pembeli. Namun tidak tertutup kemungkinan juga bila biaya akta jual beli ini dipikul oleh salah satu pihak sesuai kesepakatan bersama.

[3] Biaya Balik Nama

Proses balik nama sertifikat mengambil tempat di Kantor Pertanahan setempat yang diajukan oleh PPAT. Untuk dapat melaksanakan proses ini terdapat sejumlah biaya yang harus dibayar sesuai dengan peraturan yang berlaku serta ditanggung pihak pembeli.

[3] Biaya PNBP

Untuk membayar biaya PNBP atau Penerimaan Negara Bukan Pajak dilakukan bersamaan dengan pengajuan Peralihan Hak atau Balik Nama. Nilai biaya PNBP ini: 1 0/00 (satu perseribu/permill) dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah.
Jual Beli Properti di Bandung

[4] Biaya PPh

Nilai biaya PPh atau Pajak Penghasilan adalah 5 % dari besarnya transaksi yang dilakukan. Dan PPh wajib dibayarkan sebelum akta jual beli ditandatangani.

Pembayaran PPh bisa dilakukan di bank penerima pembayaran yang ditunjuk dan kemudian divalidasi ke kantor pajak setempat. PPh ini merupakan tanggungjawab penjual, tetapi jika ada kesepakatan sebelumnya bisa saja beban PPh ditanggung pembeli.

[5] BPHTB

Sama halnya dengan PPh, BPHTB atau Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan juga harus dibayarkan sebelum akta jual beli ditandatangani. BPHTB dikenakan bukan hanya pada saat terjadinya jual-beli, namun juga terhadap setiap perolehan hak atas tanah dan bangunan, seperti tukar-menukar, hibah, waris, pemasukan tanah ke dalam perseroan, dan lain-lainnya.

Pada transaksi jual-beli tanah atau rumah, yang menjadi subjek pajak BPHTB adalah orang pribadi atau badan yang memperoleh hak atas tanah dan bangunan itu, yaitu si pembeli. Adapun guna proses lainnya, sebut saja warisan, yang harus membayarkan BPHTB adalah penerima warisnya.

Jika ahli waris terdiri lebih dari satu orang, cukup dicantumkan nama salah satu ahli waris saja dengan menambahkan CS di akhir namanya.

Jual Beli Properti di Bandung

Perlu pembaca ketahui, dasar perhitungan BPHTB adalah nilai transaksi atau Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) dikurangi terlebih dahulu dengan Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP), kemudian dikalikan 5 %.

Besarnya NJTKP berbeda untuk tiap daerah. Sebagai contoh untuk DKI Jakarta besaran NPOPTKP adalah Rp. 80 juta.

Untuk proses perolehan selain jual beli seperti tukar-menukar, waris, hibah, yang menjadi dasar perhitungan besarnya BPHTB adalah NJOP. Dimana perhitungan besarnya BPHTB adalah nilai transaksi atau NJOP atau mana yang lebih besar.

Jual Beli Properti di Bandung - Khusus untuk perolehan hak secara waris terdapat pengurangan berupa NPOPTKP yang lebih besar, sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sebagai contoh besarnya NPOPTKP untuk DKI Jakarta adalah Rp. 350 juta.

Itulah biaya-biaya yang wajib Anda ketahui saat membeli ataupun menjual tanah atau rumah bekas. Tapi jika Anda tak ingin repot, percayakan saja semua perhitungan dan proses-proses yang berkaitan tersebut kepada PPAT setempat.

referensi: http://www.rumah.com/berita-properti/2016/10/137807/ini-biaya-yang-timbul-jika-anda-beli-rumah-second

Comments